MAKALAH
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN DAN BBL (II)
(ASUHAN DAN PENANGANAN KOMPLIKASI
DJJ ABNORMAL)
DISUSUN OLEH:
Wahyuni
setianingsih (11.3.2.078.1)
SEKOLAH
TINGGI ILMU KESEHATAN GANESHA HUSADA
PROGRAM
STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN AKADEMIK 2012-2013
Pembimbing:
Ibu Nityajati, S.ST
Segala puji syukur penulis panjatkan
kepada Allah SWT yang telah melimpahkan taufik serta hidayahNya, sholawat serta
salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW
dan selalu tertuju kepada para sahabat dan keluarga beliau serta para pengikut
beliau.
Makalah ini berjudul “ASUHAN DAN PENANGANAN KOMPLIKASI DENYUT JANTUNG JANIN ABNORMAL”, guna memenuhi tugas mata kuliah ASKEB II. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak guna kesempurnaaan makalah ini.
Makalah ini berjudul “ASUHAN DAN PENANGANAN KOMPLIKASI DENYUT JANTUNG JANIN ABNORMAL”, guna memenuhi tugas mata kuliah ASKEB II. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak guna kesempurnaaan makalah ini.
Tidak lupa penyusun ucapkan
terima kasih kepada Ibu Nityajati, S.ST selaku pengajar mata kuliah “Asuhan
Kebidanan Persalinan dan BBL” atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah
ini.
Makalah ini dimaksudkan sebagai tuntunan belajar bagi
mahasiswa di insitusi pendidikan kesehatan khususnya bidang kebidanan. Semoga
dengan adanya makalah ini bisa memberi banyak pengetahuan bagi pembaca
khususnya bagi penulis sendiri.
Kami mengadari
keterbatasan dalam menyusun makalah ini. Untuk itu, kami mengharapkan kritik
dan saran dari berbagai pihak, terutama dari seluruh civitas akademika
kebidanan dimanapun berada demi penyempurnaan edisi-edisi berikutnya.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh
pihak hingga makalah ini dapat selesai.
13 September 2012
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................................ i
KATA PENGANTAR......................................................................................................... ii
DAFTAR
ISI........................................................................................................................ iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang........................................................................................ 1
1.2 Rumusan
Masalah.................................................................................. 1
1.3 Tujuan
Pembahasan............................................................................... 1
1.4 Manfaat
Pembahasan............................................................................. 2
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Definisi
denyut jantung janin.................................................................... 3
2.2 Cara
mendengarkan denyut jantung janin............................................... 3
2.3 Cara
menghitung denyut jantung janin.................................................... 3
2.4 Hal
yang dapat diketahui dalam pemeriksaan Djj.................................... 3
2.5 Frekwensi
DJJ
abnormal.......................................................................... 3
2.6 Pemberian
asuhan DJJ abnormal............................................................. 4
2.7 Cara
pemantauan
DJJ.............................................................................. 5
2.8 Intepretasi
dan penanganan..................................................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
...................................................................................................... 5
3.2 Saran............................................................................................................... 5
Daftar Pustaka
...................................................................................................... 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Denyut jantung janin normal adalah frekuensi denyut
rata-rata wanita tidak sedang bersalin, atau diukur diantara dua kontraksi.
Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit. Bunyi denyut jantung
janin,seperti bunyi detik jam dibawah bantal. Biasanya denyut jantung janin
dilakukan pemeriksaan secara objektif dengan menggunakan alat yang disebut
Auscultasi periodik dan Electronic fetal monitoring. Umumnya untuk mendengarkan
denyut jantung janin menggunakan cara stetoskop pinard dan doppler
Salah satu tugas seorang bidan diantaranya memantau
DJJ apabila ada ketidak normalan bidan bisa cepat menangani secara cepat untuk
mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi bahaya yang dapat terjadi pada ibu dengan kematian janin dalam rahim
yaitu janin mati terlalu lama dalam menimbulkan gangguan pada ibu. Bahaya yang
terjadi berupa gangguan pembekuan darah, disebabkan oleh zat-zat berasal dari
jaringan mati yang masuk ke dalam darah ibu
1.2
Rumusan masalah
a. Untuk
mengetahui definisi DJJ
b. Untuk
mengenal alat-alat pendeteksi DJJ
c. Cara
memberikan asuhan pada DJJ abnormal
d. Cara
mengatasi DJJ abnormal
1.3
Tujuan
1. Tujuan umum
Mengeetahui bagaimana cara memberikan asuhan dan penanganan pada komplikasi denyut detak janin yang abnormal pada masa persalinan.
2. Tujuan khusus
o Mengetahui apa penyebab dari denyut jantung janin yang abnormal
o Mengetahui cara menanggulangi komplikasi denyut
jantung janin yang abnormal
1.5 Manfaat
1. Bagi mahasiswa
Makalah ini diarapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan
mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan
2. Bagi petugas kesehatan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan
khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan secara
cepat dan tepat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Denyut Jantung Janin
Denyut jantung janin normal
adalah frekuensi denyut rata-rata wanita tidak sedang bersalin, atau diukur diantara
dua kontraksi. Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit. Bunyi denyut
jantungjanin,seperti bunyi detik jam dibawah bantal.
2.2 Cara Mendengarkan Denyut
Jantung Janin
a.
Dengan
menggunakan stetoskop Pinard
1. Tempat mendengarkan harus
tenang, agar tidak mendapat gangguan dari suara lain.
2. Ibu hamil diminta berbaring
terlentang, kakinya lurus, bagian yang tidak perlu diperiksa ditutup, pintu
atau jendela ditutup.
3. Alat disediakan. Pemeriksaan
ini sebagai lanjutan daripemeriksaan palpasi.
4. Mencari daerah atau tempat
dimana kita akan mendengarkan.Setelah daerah ditemukan, stetoskop pinard di
pakai bagian yangberlubang luas ditempatkan ke atas tempat atau daerah dimana
kitaakan mendengarkan. Sedangkan bagian yang luasnya sempitditempatkan pada
telinga kita, letakkan tegak lurus.
5. Kepala pemeriksa dimiringkan,
perhatian dipusatkan pada denyutjantung janin. Bila terdengar suatu detak, maka
untuk memastikanapakah yang terdengar itu denyut jantung janin, detak ini
harusdisesuai dengan detak nadi ibu. Bila detakkan itu sama dengannadi ibu,
yang terdengar bukan jantunt janin, tetapi detak aortaabdominalis dari ibu.
6. Setelah nyata bahwa yang
terdengar itu betul-betul denyut jantungjanin maka dihitung untuk mengetahui
teraturnya dan frekuensinyadenyut jantung janin itu.
b. Dengan menggunakan doppler
1. Nyalakan doppler, untuk
memeriksa apakah doppler dapatdigunakan
2. Usahakan jelly pada abdomen
ibu, tepet pada daerah yang telahditentukan. Kegunaan jelly adalah sebagai
kontak kedap udaraantara kulit abdomen dengan permukaan sensor.
3. Tempatkan sensor pada daerah
yang akan didengarkan,kemudian tekan tombol start untuk mendengarkan
denyutjantung janin.
4. Lakukan penyesuaian volume
seperlunya denganmenggunakan tombol pengatur volume.
5. Lihat denyut jantung janin
pada angka yang ditujukan melalui monitor
2.3 Cara menghitung denyut jantung
janin
Menghitung denyut jantung
janin yaitu selama satu menit penuh. Hal ini dikarenakan pada setiap detik itu
terdapat perbedaan denyut serta membandingkan dengan rentang normal selama satu
menit
2.4 Hal yang dapat diketahui dalam
pemeriksaan DJJ
Dari adanya denyut jantung janin:
a. Tanda pasti kehamilan
b.
Anak
hidup
c.
Dari
tempat denyut jantung janin terdengar
d.
Presentasi
janin
e.
Posisi
janin (kedudukan punggung)
f.
Sikap
janin
g.
Adanya
janin kembar
h.
Dari
sifat denyut jantung janin
i.
Keadaan
janin
2.5 Frekuensi Denyut jantung
abnormal
a. Bradikardi
Frekuensi denyut jantung janin yang berkurang dari 110 kali /menit. Keadaan ini dianggap sebagai tanda akhir hipoksia janin.
Frekuensi denyut jantung janin yang berkurang dari 110 kali /menit. Keadaan ini dianggap sebagai tanda akhir hipoksia janin.
Penyebabnya:
1. Hipoksia janin tahap lanjut
2. Obat-obatan beta-adrenergetik
(propanolol ; anestik untuk blok epidural, spinal, kaudal, dan pudendal)
3. Hipotensi pada ibu
4. Kompresi tali pusat yang lama
5. Blok jantung congenital pada
janin
b. Takikardia
Frekuensi denyut jantung janin yang lebih dari 160 kali /menit.Keadaan ini dianggap sebagai tanda awal hipoksia janin.
Frekuensi denyut jantung janin yang lebih dari 160 kali /menit.Keadaan ini dianggap sebagai tanda awal hipoksia janin.
Penyebabnya:
1. Hipoksia janin dini
2. Demam pada ibu
3. Obat-obatan parasimpatik
(atropine, hidroksizin)
4. Obat-obatan Beta-simpatomimetik(ritrodon,isoksuprin)
5. Amnionitis
6. Hipertiroid pada ibu
7. Anemia pada janin
8. Gagal jantung pada janin
9.
Aritma
jantung pada janin
2.6 Pemberian asuhan DJJ abnormal
Asuhan yang diberikan pada denyut
jantung janin abnormal:
1. Bila sedang
dalam infus oksitosin, segera hentikan.
2. Ibu
berbaring ke kiri,hal ini dilakukan agar memperbaiki sirkulasi plasenta, karna
janin bernafas dengan plasenta melalui ibu.
3. Berikan
oksigen 6-8 l / menit.
- Cari penyebab DJJ yang abnormal, misalnya ibu demam/efek obat tertentu. Bila penyebab diketahui, atasi permasalahannya.
- Lakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui hal-hal berikut :
- Kemajuan persalinan
- Adakah kompresi tali pusat
- Air ketuban sedikt
6. Bila
terdapat oligohidramnion akibat ketuban pecah maka kompresi tali pusat diatasi
dengan amnio infuse
- Bila DJJ tetap abnormal, segera akhiri persalinan dengan cara yang sesuai syarat tindakan :
- EV.EF
- Seksio Caesarea
2.7 Cara-cara
pemantauan DJJ
1. Kasus resiko
rendah, auskultasi DJJ selama oersalinan
a. Selama 15
menit selama persalinan kala II
b. Setiap
setelah his kala II
c. Hitung
selama 1 menit setelah his selesai
2. Kasus resiko
tinggi: pergunakan pemantauan DJJ elektronik secara berkesinambungan
a. Hendaknya sarana untuk pemeriksaan pH darah janin
disediakan
2.8 Intepretasi
dan pengelolaan
1. Untuk
memperbaiki aliran darah ke uterus
a. Miringkan
ibu kekiri untuk memperbaiki sirkulasi plasenta
b. Bila sedang
menggunakan infus oksitosin segera hentikan
c. Untuk
memperbaiki hipotensi ibu segera berikan infus
1 l kristaloid (larutan ringer)
d. Kecepatan
infus cairan-cairan intravaskuler hendaknya dinaikan untuk meningkatkan aliran
darah arteri uterina
2. Untuk memperbaiki
aliran darah umbilikus:
a. Miringkan
ibu kekiri untuk memperbaiki aliran darah.
3. Beri ibu O2
dengan kecepatan 6-8 l / menit
4. Bila perlu
datangkan dokter spesialis anak
·
Biasanya resusitasi intra uterin dilakukan selama 20
menit, tergantung terpenuhinya syarat-syarat melahirkan janin pervaginam atau
perabdomen
·
DJJ normal dapat melambat
sewaktu his, dan segera kembali normal setelah relaksasi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
DJJ merupakan
frekuensi denyut rata-rata wanita tidak sedang bersalin, atau diukur diantara
dua kontraksi. Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit. Bunyi denyut
jantung janin,seperti bunyi detik jam dibawah bantal. Kegawatan
pada janin merupakan suatu hal yang harus dihindari, apabila hal tersebut
terjadi, maka harus ditangani untuk mencegah kematian pada janin. DJJ abnormal
merupakan salah satu dari kegawat daruratan pada janin yang penyebabnya adalah
janin kekurangan oksigen dari ibu dan menyebabkan hipoksia pada janin, maka
pada saat persalinan berlangsung perlu memantau keadaan ibu untuk selalu
berlaksasi agar tidak mengakibatkan kegawatdaruratan pada janin.
B. Saran
1. Bagi
mahasiswa
Diharapkan makalah ini dapat
menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi petugas
kesehatan
Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan
khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk
memberikan health education untuk mencegah infeksi.
DAFTAR PUSTAKA
Sarwono
Prawirohardjo, 2002, Buku panduan praktis
Pelayanan
kesehatan maternatal dan neonatal,Jakarta : PT Bina Pustaka
like ya,,,,
BalasHapus