Jumat, 23 November 2012


MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN DAN BBL (II)
(ASUHAN DAN PENANGANAN KOMPLIKASI DJJ ABNORMAL)

DISUSUN OLEH:
Wahyuni setianingsih      (11.3.2.078.1)







SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN GANESHA HUSADA
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
TAHUN AKADEMIK 2012-2013
Pembimbing: Ibu Nityajati, S.ST
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan taufik serta hidayahNya, sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW dan selalu tertuju kepada para sahabat dan keluarga beliau serta para pengikut beliau.
Makalah ini berjudul “ASUHAN DAN PENANGANAN KOMPLIKASI DENYUT JANTUNG JANIN ABNORMAL”, guna memenuhi tugas mata kuliah ASKEB II. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak guna kesempurnaaan makalah ini.
Tidak lupa penyusun ucapkan terima kasih kepada Ibu Nityajati, S.ST selaku pengajar mata kuliah “Asuhan Kebidanan Persalinan dan BBL” atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini.
Makalah ini dimaksudkan sebagai tuntunan belajar bagi mahasiswa di insitusi pendidikan kesehatan khususnya bidang kebidanan. Semoga dengan adanya makalah ini bisa memberi banyak pengetahuan bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri.
            Kami mengadari keterbatasan dalam menyusun makalah ini. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak, terutama dari seluruh civitas akademika kebidanan dimanapun berada demi penyempurnaan edisi-edisi berikutnya.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak hingga makalah ini dapat selesai.



13 September 2012

Penulis






DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................................ i
KATA PENGANTAR......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................................ iii
BAB I  PENDAHULUAN
1.1      Latar Belakang........................................................................................   1
1.2      Rumusan Masalah..................................................................................    1
1.3      Tujuan Pembahasan...............................................................................   1
1.4      Manfaat Pembahasan.............................................................................   2
BAB II PEMBAHASAN
2.1      Definisi denyut jantung janin....................................................................  3
2.2      Cara mendengarkan denyut jantung janin............................................... 3
2.3      Cara menghitung denyut jantung janin....................................................  3
2.4      Hal yang dapat diketahui dalam pemeriksaan Djj....................................          3
2.5      Frekwensi DJJ abnormal.......................................................................... 3
2.6      Pemberian asuhan DJJ abnormal.............................................................           4
2.7      Cara pemantauan DJJ.............................................................................. 5
2.8      Intepretasi dan penanganan..................................................................... 5
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................  5
3.2  Saran...............................................................................................................   5
Daftar Pustaka ......................................................................................................   6












BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
            Denyut jantung janin normal adalah frekuensi denyut rata-rata wanita tidak sedang bersalin, atau diukur diantara dua kontraksi. Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit. Bunyi denyut jantung janin,seperti bunyi detik jam dibawah bantal. Biasanya denyut jantung janin dilakukan pemeriksaan secara objektif dengan menggunakan alat yang disebut Auscultasi periodik dan Electronic fetal monitoring. Umumnya untuk mendengarkan denyut jantung janin menggunakan cara stetoskop pinard dan doppler
Salah satu tugas seorang bidan diantaranya memantau DJJ apabila ada ketidak normalan bidan bisa cepat menangani secara cepat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Akan tetapi bahaya yang dapat terjadi pada ibu dengan kematian janin dalam rahim  yaitu janin mati terlalu lama dalam menimbulkan gangguan pada ibu. Bahaya yang terjadi berupa gangguan pembekuan darah, disebabkan oleh zat-zat berasal dari jaringan mati yang masuk ke dalam darah ibu

1.2      Rumusan masalah
a.    Untuk mengetahui definisi DJJ
b.    Untuk mengenal alat-alat pendeteksi DJJ
c.    Cara memberikan asuhan pada DJJ abnormal
d.    Cara mengatasi DJJ abnormal

1.3      Tujuan
1.    Tujuan umum
Mengeetahui bagaimana cara memberikan asuhan dan penanganan pada komplikasi denyut detak janin yang abnormal pada masa persalinan.
2.    Tujuan khusus
o  Mengetahui apa penyebab dari denyut jantung janin yang abnormal
o  Mengetahui cara menanggulangi komplikasi denyut jantung janin yang abnormal


1.5    Manfaat
1.       Bagi mahasiswa
Makalah ini diarapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan
2.      Bagi petugas kesehatan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan secara cepat dan tepat.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Denyut Jantung Janin
Denyut jantung janin normal adalah frekuensi denyut rata-rata wanita tidak sedang bersalin, atau diukur diantara dua kontraksi. Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit. Bunyi denyut jantungjanin,seperti bunyi detik jam dibawah bantal.

2.2 Cara Mendengarkan Denyut Jantung Janin
a.    Dengan menggunakan stetoskop Pinard
1.  Tempat mendengarkan harus tenang, agar tidak mendapat gangguan dari suara lain.
2.  Ibu hamil diminta berbaring terlentang, kakinya lurus, bagian yang tidak perlu diperiksa ditutup, pintu atau jendela ditutup.
3.  Alat disediakan. Pemeriksaan ini sebagai lanjutan daripemeriksaan palpasi.
4.  Mencari daerah atau tempat dimana kita akan mendengarkan.Setelah daerah ditemukan, stetoskop pinard di pakai bagian yangberlubang luas ditempatkan ke atas tempat atau daerah dimana kitaakan mendengarkan. Sedangkan bagian yang luasnya sempitditempatkan pada telinga kita, letakkan tegak lurus.
5.  Kepala pemeriksa dimiringkan, perhatian dipusatkan pada denyutjantung janin. Bila terdengar suatu detak, maka untuk memastikanapakah yang terdengar itu denyut jantung janin, detak ini harusdisesuai dengan detak nadi ibu. Bila detakkan itu sama dengannadi ibu, yang terdengar bukan jantunt janin, tetapi detak aortaabdominalis dari ibu.
6.  Setelah nyata bahwa yang terdengar itu betul-betul denyut jantungjanin maka dihitung untuk mengetahui teraturnya dan frekuensinyadenyut jantung janin itu.
b.    Dengan menggunakan doppler
1.  Nyalakan doppler, untuk memeriksa apakah doppler dapatdigunakan
2.  Usahakan jelly pada abdomen ibu, tepet pada daerah yang telahditentukan. Kegunaan jelly adalah sebagai kontak kedap udaraantara kulit abdomen dengan permukaan sensor.
3.  Tempatkan sensor pada daerah yang akan didengarkan,kemudian tekan tombol start untuk mendengarkan denyutjantung janin.
4.  Lakukan penyesuaian volume seperlunya denganmenggunakan tombol pengatur volume.
5.  Lihat denyut jantung janin pada angka yang ditujukan melalui monitor

2.3 Cara menghitung denyut jantung janin
Menghitung denyut jantung janin yaitu selama satu menit penuh. Hal ini dikarenakan pada setiap detik itu terdapat perbedaan denyut serta membandingkan dengan rentang normal selama satu menit
2.4 Hal yang dapat diketahui dalam pemeriksaan DJJ
Dari adanya denyut jantung janin:
a.      Tanda pasti kehamilan
b.      Anak hidup
c.      Dari tempat denyut jantung janin terdengar
d.      Presentasi janin
e.      Posisi janin (kedudukan punggung)
f.       Sikap janin
g.      Adanya janin kembar
h.      Dari sifat denyut jantung janin
i.       Keadaan janin
2.5 Frekuensi Denyut jantung abnormal
a.    Bradikardi
Frekuensi denyut jantung janin yang berkurang dari 110 kali /menit. Keadaan ini dianggap sebagai tanda akhir hipoksia janin.
Penyebabnya:
1.    Hipoksia janin tahap lanjut
2.    Obat-obatan beta-adrenergetik (propanolol ; anestik untuk blok epidural, spinal, kaudal, dan pudendal)
3.    Hipotensi pada ibu
4.    Kompresi tali pusat yang lama
5.    Blok jantung congenital pada janin
b.    Takikardia
Frekuensi denyut jantung janin yang lebih dari 160 kali /menit.Keadaan ini dianggap sebagai tanda awal hipoksia janin.
Penyebabnya:
1.      Hipoksia janin dini
2.      Demam pada ibu
3.      Obat-obatan parasimpatik (atropine, hidroksizin)
4.      Obat-obatan Beta-simpatomimetik(ritrodon,isoksuprin)
5.      Amnionitis
6.      Hipertiroid pada ibu
7.      Anemia pada janin
8.      Gagal jantung pada janin
9.      Aritma jantung pada janin

2.6 Pemberian asuhan DJJ abnormal
Asuhan yang diberikan pada denyut jantung janin abnormal:
1.    Bila sedang dalam infus oksitosin, segera hentikan.
2.    Ibu berbaring ke kiri,hal ini dilakukan agar memperbaiki sirkulasi plasenta, karna janin bernafas dengan plasenta melalui ibu.
3.    Berikan oksigen 6-8 l / menit.
  1. Cari penyebab DJJ yang abnormal, misalnya ibu demam/efek obat tertentu. Bila penyebab diketahui, atasi permasalahannya.
  2. Lakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui hal-hal berikut :
    1.  Kemajuan persalinan
    2. Adakah kompresi tali pusat
    3. Air ketuban sedikt
6.    Bila terdapat oligohidramnion akibat ketuban pecah maka kompresi tali pusat diatasi dengan amnio infuse
  1. Bila DJJ tetap abnormal, segera akhiri persalinan dengan cara yang sesuai syarat tindakan :
    1. EV.EF
    2. Seksio Caesarea
2.7 Cara-cara pemantauan DJJ
1.    Kasus resiko rendah, auskultasi DJJ selama oersalinan
a.    Selama 15 menit selama persalinan kala II
b.    Setiap setelah his kala II
c.    Hitung selama 1 menit setelah his selesai
2.    Kasus resiko tinggi: pergunakan pemantauan DJJ elektronik secara berkesinambungan
a.    Hendaknya  sarana untuk pemeriksaan pH darah janin disediakan

2.8 Intepretasi dan pengelolaan
1.    Untuk memperbaiki aliran darah ke uterus
a.    Miringkan ibu kekiri untuk memperbaiki sirkulasi plasenta
b.    Bila sedang menggunakan infus oksitosin segera hentikan
c.    Untuk memperbaiki hipotensi ibu segera berikan infus  1 l kristaloid (larutan ringer)
d.    Kecepatan infus cairan-cairan intravaskuler hendaknya dinaikan untuk meningkatkan aliran darah arteri uterina
2.    Untuk memperbaiki aliran darah umbilikus:
a.    Miringkan ibu kekiri untuk memperbaiki aliran darah.
3.    Beri ibu O2 dengan kecepatan 6-8 l / menit
4.    Bila perlu datangkan dokter spesialis anak
·      Biasanya resusitasi intra uterin dilakukan selama 20 menit, tergantung terpenuhinya syarat-syarat melahirkan janin pervaginam atau perabdomen
·      DJJ normal dapat melambat sewaktu his, dan segera kembali normal setelah relaksasi.
BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
DJJ merupakan frekuensi denyut rata-rata wanita tidak sedang bersalin, atau diukur diantara dua kontraksi. Rentang normal adalah 120 sampai 160 denyut/menit. Bunyi denyut jantung janin,seperti bunyi detik jam dibawah bantal. Kegawatan pada janin merupakan suatu hal yang harus dihindari, apabila hal tersebut terjadi, maka harus ditangani untuk mencegah kematian pada janin. DJJ abnormal merupakan salah satu dari kegawat daruratan pada janin yang penyebabnya adalah janin kekurangan oksigen dari ibu dan menyebabkan hipoksia pada janin, maka pada saat persalinan berlangsung perlu memantau keadaan ibu untuk selalu berlaksasi agar tidak mengakibatkan kegawatdaruratan pada janin.
B.  Saran
1.  Bagi mahasiswa
Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.  Bagi petugas kesehatan
Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education untuk mencegah infeksi.











DAFTAR PUSTAKA
Sarwono Prawirohardjo, 2002, Buku panduan praktis
Pelayanan kesehatan maternatal dan neonatal,Jakarta : PT Bina Pustaka

1 komentar: